Denny Indrayana: Upaya Ekstradisi Tidak Mudah Dilakukan

KBRN, Jakarta : Upaya ekstradisi tersangka pelanggaran hukum  Indonesia yang lari di ke luar negeri cukup sulit dilakukan.  Pasalnya, teknik hukum internasional sangat komplek dan ketentuan ekstradisi  tidak  diterapkan oleh beberapa negara.

Pernyataan ini dituturkan Sekretaris Satuan tugas (Satgas) Pemberantasan Mafia Hukum,Denny Indrayana dalam dialog Pro3 RRI, Rabu (15/06). Ia menambahkan, dari beberapa pengalaman ekstradisi internasional selama ini, hanya beberapa upaya ekstradisi yang berhasil dilakukan, itupun atas permintaan pribadi.

“Berdasarkan pengalaman internasional, memang orang yang lari ke luar negri sulit kembali. Kecuali dengan willing list sendiri seperti di  beberapa  kasus semisal kasus Oky beberapa tahun silam , kasus di Hongkong dan beberapa kasus lain. Kalau dari awal ingin melarikan diri, bagi Negara-negara yang sudah diatur  tanpa ekstradisi, dan segala teknik hukum internasionalnya yang komplek memang ini tidak mudah”, tuturnya.

Untuk itu ia menyarankan upaya pencegahan awal bagi pelanggar hukum yang akan melarikan diri ke luar negeri. “Yang harus diantisipasi lebih cepat ya harus dicegah dulu sebelum ke luar negri. Jadi sistemnya yang harus diperbaiki”, jelasnya.

Sementara itu, terkait Singapura yang menjadi pilihan tempat pelarian, Denny menilai fenomena ini justru sebagai hal yang positif bagi penegakan hukum di Indonesia. Pasalnya, pelarian beberapa koruptor ke negara yang tingkat korupsinya terkenal cukup  rendah tersebut merupakan pertanda bahwa upaya penegakan hukum selama ini cukup efektif.

“Kita bisa melihat semuanya dengan sudut pandang optimisme, dengan larinya Nunun, Nazarudin dan kawan- kawan ,  justru menunjukkan Indonesia dengan KPKnya, dengan civil societynya, peran mediaianya yangg terus meyorotin pemberantasan korupsi ternyata membawa efek jera. Bahkan Singapura yang diklaim tingkat korupsinya  lebih rendah dari Indonesia  jadi tempat pilihan pelarian para koruptor Indonesia.  Dengan kata lain, bahkan Singapura lebih merupakan surga bagi koruptor  kita”, imbuhnya. (Nata)

~ by Christof Nata on June 15, 2011.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: