Didi Irawadi : Politik Hakekatnya Alat Mencapai Tujuan Bersama

KBRN, Jakarta : Pada hakekatnya politik adalah alat untuk mencapai suatu tujuan yang dikehendaki bersama. Namun, karena banyaknya konflik antar kepentingan yang mewarnai dinamika politik menjadikan makna politik terutama politisi saat ini berkonotasi negatif.

Pergeseran ini dipaparkan Anggota Komisi III DPR-RI dari fraksi Demokrat, Didi Irawadi Syamsudin dalam dialog bersama Pro3 RRI, Senin (13/6). Didi mengatakan, kerapnya silang kepentingan dan konflik-konflik yang muncul membuat pengertian politik yang ideal mejadi salah kaprah.

“Kita harus memandang politik, dalam pengertian umum selalu berkonotasi negatif. Ya sebenarnya teori-teori politik tidak mengajarkan berkonotasi negatif. Tapi kalau orang berjiwa politisi sudah pasti kesan masyarakat dan di mata orang pasti buruk. Beda kalau orang itu disebut negarawan. Politik itu kan bagaimana mencapai tujuan, tidak selalau berkonotasi buruk. Tapi karena berbagai kepentingan-kepentingan yang mana setiap orang melindungi kepentingannya takut terancam kepentingannya, sekalipun karena perilaku tidak benar. Itu yang membuat dunia politik yang ada di parelemen kadangkala lebih sarat karena kepentingan pribdai, untuk melindungi kepentingannya korpsnya, golongannya, sehingga seringkali politik ini tidak seperti makna idealisme politik yang sering kita diajarkan dalam kuliah dan yang kita tahu”, ujar Didi.

Ia mencontohkan adanya upaya pelemahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) oleh pihak-pihak atau oknum yang tidak ingin kepentingannya terusik apabila KPK menjadi lembaga yang mempunyai fungsi wewenang yang kuat. Didi beranggapan hal ini disebabkan karena dunia politik khususnya parlemen sarat dengan kepentingan pribadi, korps, maupun golongan tertentu.

“Sehingga muncul politisasi hukum, itu jadi konotasi negatif, seperti contohnyamembuat perancangan-perancangan penguatan KPK yang ada selalu mendukung. Namun banyak pihak-pihak dan oknum-oknum yang tidak ingin KPK kuat, mungkin orang-orang ini akan terganggu kalau KPK jadi kuat, sehingga kalau bisa kekuatan KPK dibuat kurang menggigit”, imbuhnya. (Nata)

~ by Christof Nata on June 13, 2011.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: