Bupati Karanganyar : Saya Khawatir Anak SD Tidak Tahu Pancasila

KBRN,  Jakarta : SMP Al-Irsyad di Kecamatan Tawangmangu dan SD-Islam Sains dan Teknologi (SD-IST) Al-Albani di Kecamatan Matesih tidak mengadakan upacara bendera pada setiap hari Senin, seperti layaknya sekolah lainnya. Menyikapi hal tersebut, Bupati Karanganyar, Rina Iriani mengaku telah melakukan pendekatan persuasif dan memberi pemahaman dan pengertian nilai kebangsaan dan rasa cinta tanah air kepada sekolah-sekolah tersebut.

Rina menambahkan, demi menjunjung tinggi rasa nasionalisme dan menegakkan semangat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), pihaknya juga mengambil langkah tegas dengan memberi tenggat waktu kepada sekolah-sekolah untuk mulai memahami dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila.

“Kemarin siang saya rapat dengan Dandim, Kapolres, MUI, Kantor Kementrian Agama Karanganyar, beberapa tokoh agama dan staf kami sendiri. Dan akhirnya saya minta sekali lagi akhir Juni sudah ada hitam di atas putih. Kalau itu tidak terjadi, dengan rasa keprihatinan dan keterpaksaan, kami harus cabut dulu ijin operasionalnya”, ujar Rina.

Dalam dialog PRO3 RRI, Rabu (08/06), Rina mengaku, langkah ini diambil atas dasar kekhawatiran terhadap fenomena yang dinilainya cukup memprihatinkan.

“Bayangkan kalau satu kabupaten, ada dua atau tiga, berapa ratus kabupaten. Dari yang kecil ini menjadi besar. Yang saya takutkan, anak-anak usia dini tidak mengerti Pancasila dan tidak mengerti budi pekerti. Lalu mau apa kita ini besoknya? Maka saya abdikan jiwa raga ini untuk NKRI, saya harus mulai dan harus tegas, melakukan sesuatu untuk NKRI”, tegasnya.

Selain itu, ia juga merasa prihatin dengan kekurangpahaman para guru terhadap pentingnya upacara dan hormat bendera sebagai wujud rasa nasionalisme dan penghormatan atas perjuangan para pahlawan.

“Kalau gurunya saja begitu, nanti muridnya pasti mengikuti. Orang tua tidak dipercaya, mereka lebih percaya kepada gurunya. Saya sudah 22 tahun jadi guru SD jadi saya paham sekali bagaimana psikologi siswa, maka saya selalu menyampaikan bagaimana Pancasila, UUD, penghormatan budi pekerti dan keimanan diajarkan sejak dini. ini menyangkut dengan daya ingat mereka. ketika SD daya ingat mereka kuat”, bebernya. (Nata/KBRN-RRI)

~ by Christof Nata on June 8, 2011.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: