Tjipta Lesmana : Revitalisasi Pancasila Tanggung Jawab RI-1

Mengenai pembahasan dan upaya revitalisasi Pancasila dan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 oleh sejumlah kalangan, pemerhati Pancasila dan pengamat politik, Profesor Tcipta Lesmana menilai semua rumusan tersebut harus diterapkan mulai dari orang nomor satu. Menurutnya, apabila Indonesia ingin mengamalkan kembali falsafah Pancasila dan UUD 1945, segala rumusan dan pembahasan revitalisasi tersebut harus dimulai dari kebijakan-kebijakan Presiden.

“Bahwa semuanya, terutama tergantung pada pemimpin nomor satu. Teori manajemen mengatakan, maju tidaknya suatu organisasi banyak tergantung pada pimpinan tertinggi organisasi tersebut. Negara adalah organisasi terbesar yang dikenal manusia. Jadi kalau ditanya bagaimana mencapai tujuan negara sesuai Pancasila dan UUD 1945, tanggung jawab ada di pundak presiden RI”, tuturnya dalam dialog bersama PRO3 RRI, Kamis(26/05).

Ditambahakan Tcipta, masyarakat Indonesia menganut sistem panutan dimana masyarakat bawah meniru dan mencontoh sikap pemimpin di atasnya. Untuk itu, ia memandang perlu adanya keberanian dan ketegasan Presiden dalam setiap kebijakan, agar sesuai dengan kepentingan rakyat.

“Jadi harus ada keberanian, sedikit-sedikit diubah, misalnya soal Pilkada, pemekaran wilayah. Pemerintah harus berani gebrak meja untuk menolak. Ekonominya pun pelan-pelan dibalik berorientasi pada rakyat, jangan retorika-retorika. Kalau memang diatas pimpinan itu betul-betul konstinten pasti bisa. Ibarat kapal, diarahkan pelan-pelan stirnya. Lalu rakyat melihat. Rakyat kita menganut sistem panutan, kalau diatas bagus pasti rakyat akan ngikutin juga. kita belokan pelan-pelan ke Pancasila secara riil”, terangnya.

Walaupun mengaku pesimis, namun Tcipta tidak beranggapan hal tersebut mustahil untuk dilakukan. Untuk itu, ia menghimbau agar hasil pembahasan revitalisasi Pancasila mulai diterapkan oleh setiap individu sesuai dengan bidang kerjanya masing-masing.

“Segera ditindaklanjuti di bidang masing-masing. Mari pelan-pelan kita berorientasi kembali ke UUD’45 dan Pancasila. Masih bisa”, pungkasnya. (Nata)

~ by Christof Nata on May 28, 2011.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: